Juknis, Program Kerja dan Materi MPLS Tahun 2019/ 2020

Berikut ini kami bagikan Gratis dan lengkap berkaitan dengan Juknis, Program Kerja dan Materi MPLS Tahun 2019/ 2020 yang mungkin bisa dijadikan contoh, referensi bagi Panitia MPLS di SD, SMP, SMA dan SMK sederajat dalam format PDF dan Word.

Juknis, Program Kerja dan Materi MPLS Tahun 2019/ 2020
Download Juknis, Program Kerja dan Materi MPLS Tahun 2019/ 2020

Juknis MPLS Tahun 2019/ 2020

Juknis MPLS 2019/ 2020 ini akan sangat dibuthkan untuk Panitia Pelakasana Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sebagai Pedoman Kegiatan. Petunjuk Teknis ini sebagai Pedoman untuk Panitian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan umumnya sekolah yang tentunya sebagai penyelenggara MPLS/MOPD agar kegiatan bisa berjalan searah dengan regulasi dari pemerintah.

Petunjuk Teknis MPLS ini telah dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Tentu didalam Juknis MPLS ini beberapa acuan yang harus dan tidak boleh ada dalam dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah yang mengganti istilah dari Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD). Adapun secara singkat kami jelaskan berikut ini :

Tujuan MPLS

  • Mengenali potensi diri siswa baru;
  • Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  • Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  • Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  • Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
  • Bentuk Kegiatan MPLS
  • Kegiatan wajib, Kegiatan wajib dan kegiatan pilihan dilakukan sesuai dengan silabus pengenalan lingkungan sekolah.
  • Kegiatan pilihan, Sekolah dapat memilih salah satu atau lebih materi kegiatan pilihan pengenalan lingkungan atau melakukan kegiatan pilihan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.

Waktu Kegiatan MPLS

Pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Pengenalan lingkungan sekolah dilaksanakan hanya pada hari sekolah dan jam pelajaran. Pengecualian terhadap jangka waktu pelaksanaan dapat diberikan kepada sekolah berasrama dengan terlebih dahulu melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya disertai dengan rincian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Penanggung Jawab MPLS

Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pengenalan lingkungan sekolah. Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru, sekolah dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara. Perencanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah disampaikan oleh sekolah kepada orang tua/wali pada saat lapor diri sebagai siswa baru.

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama MPLS

  • Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru;
  • Dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara;
  • Dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai;
  • Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif;
  • Dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya;
  • Wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah;
  • Dilarang memberikan tugas kepada siswa baru berupa kegiatan maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa;
  • Dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah; dan
  • Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya.

Bagi yang membutuhkan file yang kami bagikan kali ini, bisa dengan mudah didapatkan melalui tautan link berikut ini ;

Link Download Juknis MPLS Tahun 2019/ 2020 - KLIK DISINI-
____________________________________________________________________________

Program Kerja MPLS Tahun 2019/ 2020

Program Kerja ini merupakan penjabaran dari Juknis MPLS diatas, sebagai acuan bagi Panitia dalam merumuskan, mengembangkan, merencakan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan ini, dimulai dari Panitia, Jadwal Kegiatan, Pemateri/ Penyaji, Rencana dan Anggaran Biaya selama kegiatan berlangsung.

Kami bagikan Program kerja MPLS ini tiada lain ingin memudahkan Panitia di Sekolah/ Madrasah dalam menyusun atau membuat Program Kerja sesuai dengan Juknis dan kebutuhan dalam pelaksanaan nanti. Ini juga nantinya akan dijadikan Arsip Dokumen di sekolah bilamana Pengawas Sekolah melakukan Visitasi Dokumen dalam pelaksanaan MPLS.

Adapun Daftar Isi dari Program Kerja MPLS ini diataranya :
  • Latar Belakang
  • Landasan Dasar dan Hukum
  • Tujuan
  • Susunan Kepanitiaan MPLS
  • Materi yang disajikan pada MPLS
  • Daftar Penyaji Materi/ Pemandu MPLS
  • Peserta MPLS
  • Waktu Pelaksanaan
  • Rencana dan Anggaran Biaya
Apa Tujuan Umum dan Khusus MPLS ini???

Tujuan Umum MPLS

Memberi siswa kesan yang positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan di tempat barunya. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan berbagai hal yang menggembirakan sambil tetap mempelajari sesuatu yang baru, baik yang berkaitan dengan lingkungan fisik dan sosialnya maupun dengan cara-cara belajar yang baru, termasuk norma-norma khusus ( rule / code or conduct ) yang berlaku di lingkungan sekolah barunya.

Tujuan Khusus MPLS
  • Membantu siswa baru menyatu dengan warga sekolah, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengetahui hak dan kewajiban serta mampu bertanggungjawab dengan kehidupan sekolah.
  • Membantu siswa baru memahami kehidupan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala sehingga fungsi sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungan dapat mendudkung terwujudnya tujuan pendidikan secara komprehensif.
  • Mendorong siswa baru untuk aktif menambah pemahamannya melalui pengamatan terhadap lingkungan yang baru.
  • Membantu siswa baru mengembangkan keterampilan untuk melakukan analisis pengalaman dalam membuat kesimpulan-kesimpulan.
  • Mengembangkan kreativitas dan memberdayakan potensi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya.
Itu mungkin hanya sepenggal dari Isi Program Kerja MPLS yang dibagikan kali ini. Bagi yang membutuhkan Progam Kerja MPLS lebih lengkap, silahkan kunjungi tautan link dibawah ini :

Link Download Program Kerja MPLS -KLIK DISINI- atau DISINI
___________________________________________________________________________


Materi MPLS Tahun 2019/ 2020

Setelah Juknis dilanjutkan dengan Program Kerja, kini kami lanjutkan kembali dengan Materi-Materi yang bisa diberikan dalam kegiatan MPLS seusai dengan Juknis MPLS tahun 2019. Karena memang dalam kegiatan MPLS untuk saat ini diharuskan memberikan materi yang benar-benar bermanfaat bagi siswa (Peserta Didik Baru). Adapun Materi-materinya akan kami bagikan dan uraikan dibawah ini :

1. Wawasan Wiyata Mandala

Apa itu Wawasan Wiyata Mandala??

Wawasan Adalah Suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakikat.

Wiyata adalah Pendidikan

Mandala : Tempat atau lingkungan

Jadi Wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan.

Unsur-unsur wiyata mandala:
  • Sekolah merupakan lingkungan pendidikan
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah.
  • Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan (hubungan yang serasi)
  • Warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antarwarga.
2. Kepramukaan

Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Sedangkan yang dimaksud

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sejarah Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

3. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.

Nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain :
  • Cinta Tanah Air
  • Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
  • Pancasila
  • Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara
  • Memiliki Kemampuan Bela Negara
4. Cara Belajar Efektif

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :
  • Belajar Kelompok
  • Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
  • Membuat Perencanaan Yang Baik
  • Disiplin Dalam Belajar
  • Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
  • Belajar Dengan Serius dan Tekun
  • Hindari Belajar Berlebihan
  • Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian
  • Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
  • Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.
  • Jangan Malu Untuk Bertanya.
  • Kerjakan PR
  • Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan
  • Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain
  • Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai
  • Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi
  • Cari Seorang Pembimbing Yang Baik
  • Jangan Suka Mencontek Teman
  • Niat Dengan Sungguh-Sungguh
  • Lokasi dan Situasi Yang Kondusif
  • Hindari Sikap Tidak Jujur
  • Metode Imitasi
  • Trial and Error
  • Conditioning
  • Metode Berpikir
  • Mulailah Dari yang “Kecil”
  • Sering-seringlah “Practice”
  • Fokus
  • Mohon Bimbingan-NYA
  • Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan
5. Pendidikan Karakter

Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakanbahwa karakter yang baikdidukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan di bawah ini merupakan bagan kterkaitan ketiga kerangka pikir ini.

6. Tata Krama

Tata krama terdiri atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, kelakuan, tindakan, perbuatan. Tata krama berarti adat sopan santun, kebiasaan sopan santun.

Tata krama adalah kebiasaan, yang lahir dalam hubungan antar manusia. Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas lama kelamaan dapat merambabt ke lingkungan yang lebih luas. Tata krama telah menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa tata kram adalah kebiasaan sopan santun yang dispakati dalam lingkungan pergaulan antara manusia setempat.....

7. Pembinaan Mental

Pada usia remaja, ditinjau dari aspek ideas and mental growth, kekritisan dalam merangkum pemikiran-pemikiran keagamaan mulai muncul, kekritisan yang dimaksud bisa berupa kejenuhan atau kebosanan dalam mengikuti uraian-uraian yang disampaikan guru Agama di sekolah apalagi jika metodologi pengajaran yang disampaikan cenderung monoton dan berbau indoktrinasi.

Jadi mereka telah mulai menampilkan respon ketidak sukaan terhadap materi keagamaan yang dipaketkan di sekolah. Sebenarnya akar permasalahan yang timbul dari kekurang senangan remaja terhadap paket materi pelajaran keagamaan di sekolah terletak pada minimnya motivasi untuk mendalami agama secara lebih intens, yang lebih sederhana lagi ialah pelajaran agama yang mereka dapat di sekolah kurang memberikan aplikasi dan solusi praktis dalam keseharian mereka. Apalagi waktu mereka lebih banyak dihabiskan dengan nonton teve, jalan-jalan ke mall, ngeceng, pacaran dan hal-hal lain meski banyak juga remaja kita yang melakukan aktifitas positif seperti remaja mesjid, berwiraswasta atau ikut organisasi eskul sekolah serta mengikuti kursus-kursus keterampilan.

8. Pengenalan Kurikulum

Itulah kiranya sepenggal dari Materi-Materi yang bisa diberikan kepada peserta didik dalam kegiatan MPLS. Supaya lebih jelas dan lengkapnya lagi, kami sudah persiapkan semua Mater-Materi diatas dalam bentuk file dibawah ini ;

Link Download Materi MPLS Wawasan Wiyata Mandala, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Kepramukaan, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Cara Belajar Efektif, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Pendidikan Karakter, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Tata Krama, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Pengenalan Kurikulum, Unduh File

Link Download Materi MPLS 2019/2020 Pembinaan Mental, Unduh File

Itulah Informasi dan berbagi file berkaitan dengan Juknis, Program Kerja dan Materi MPLS Tahun 2019/ 2020 pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Amiiin.

Baca Juga

0 komentar

Posting Komentar